Mengintip Kepribadian Si Kecil Lewat Camilan Favoritnya

Penulis: Anisa Wahyuni
Rabu, 02 September 2026 | 19:06:00 WIB

Setiap anak punya dunia rasa yang berbeda-beda. Ada yang matanya langsung berbinar melihat es krim stroberi, ada pula yang lebih semangat menyantap kentang goreng gurih. Meski terdengar sepele, preferensi rasa ini bisa menjadi petunjuk menarik tentang bagaimana kepribadian Si Kecil terbentuk.

Makanan Favorit, Cerminan Kepribadian?

Pakar perilaku makanan, Juliet Boghossian, yang telah meneliti hubungan antara kebiasaan makan dan kepribadian selama tiga dekade, meyakini bahwa cara kita makan mencerminkan siapa diri kita. Ia mengatakan, "Mengamati kebiasaan makan bisa membuka wawasan tentang lapisan kompleks karakter seseorang. Kebiasaan ini terus berkembang seiring bertambahnya usia, pengalaman emosional, dan pengaruh lingkungan."

Menariknya, penelitian di jurnal Current Research in Food Science (2021) menunjukkan bahwa hubungan antara kepribadian dan preferensi rasa berkaitan erat dengan sensasi di mulut saat mencicipi makanan, bukan hanya sekadar aroma atau faktor genetik. Namun, gen juga berperan dalam menentukan mengapa anak menyukai makanan tertentu. Profesor John Hayes dari Penn State University menjelaskan, "Kita memiliki sekitar 25 gen perasa pahit yang berbeda. Varian gen ini bisa menentukan apakah seseorang sensitif terhadap rasa tertentu, seperti pahitnya jeruk bali atau aftertaste pemanis buatan."

Kepribadian dan Pilihan Rasa

Para peneliti menemukan korelasi antara teori Big Five Personality Traits dengan perilaku makan anak. Anak yang ekstrovert cenderung lebih menikmati sensasi rasa yang kuat, sementara anak yang terbuka pada pengalaman baru biasanya lebih berani mencoba buah dan sayur. Sebaliknya, anak yang kurang terbuka cenderung memilih makanan yang itu-itu saja.

Sebuah studi di jurnal Appetite (2008) mengungkapkan bahwa anak yang suka mencari tantangan dan ambisius cenderung menyukai makanan asin. Sementara itu, anak yang mudah merasa puas dan senang dengan reward lebih memilih makanan manis. Penelitian lain di Food Quality and Preference (2015) menambahkan, anak yang pemberani dan senang mencari sensasi biasanya doyan makanan pedas.

Yang Tidak Disukai Juga Berbicara

Ternyata, makanan yang justru dibenci anak juga bisa mengungkap banyak hal. Boghossian mencontohkan, "Anak yang sangat membenci mustard, bahkan tidak mau menyentuh botolnya, mungkin memiliki kepribadian yang teguh pada prinsip dan tidak mudah menyerah. Ini bisa jadi tanda komitmen yang kuat, meski kadang terlihat kaku di mata orang lain."

Jadi, Bunda, mengamati selera makan Si Kecil bukan hanya soal memenuhi kebutuhan gizinya. Ini adalah cara seru untuk mengenal karakternya lebih dalam. Tidak perlu dijadikan patokan mutlak, tapi bisa menjadi bahan obrolan hangat di meja makan. Selamat mengamati!

Reporter: Anisa Wahyuni